Stop Beri Uang Pada Anak Jalanan

Oleh: Anonymus 

 Setuju Gak?

Banyak pihak dan yayasan yang telah mencoba menolong mereka dengan memberikan sekolah gratis, makanan gratis dan rumah singgah bagi mereka. Namun mereka tetap kembali ke jalan. Mengapa ? Karena Uang Anda !

Karena setiap hari mereka memperoleh “uang gampang” paling sedikit Rp. 25.000,- itu berarti dalam sebulan mereka bisa memperoleh Rp.750.000,-
Jumlah yang cukup besar, tidak heran mereka memilih untuk tetap di jalan.

Tapi jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi mereka akan tetap berada dijalanan dan bisa jadi menjadi preman yang tinggal di jalan dan melahirkan anak-anak kurang mampu dan yang tidak berpendidikan.

“Ada beberapa usaha untuk membantu mereka mengeluarkan dari kehidupan jalanan, namun usaha tersebut terkendala akan “easy money”. Beberapa anak jalanan dibina di rumah singgah dengan diberikan bimbingan pendidikan, ketrampilan dan pemberian kesempatan kerja. Ironisnya, mereka bertahan hanya beberapa bulan lalu kembali kejalan. Beberapa anak disekolahkan dan ditanggung biaya hidupnyapun kembali ke jalanan. Setelah ditanyakan alasan kembalinya mereka karena lebih mudah memperoleh uang di jalan dari pada bekerja atau kembali sekolah.”

Ini akan menjadi lingkaran setan di negara kita.

Mereka bukannya tidak punya pilihan lain, apa yang bisa kita lakukan agar mereka tidak berada di jalanan lagi ?

1. BERHENTI MEMBERIKAN UANG KEPADA MEREKA!!!
Dengan begitu kita menolong mereka dari resiko-resiko berbahaya serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyambut uluran tangan yayasan dan melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depannya kelak.
Lewat tindakan kita dan kesempatan yang kita berikan, kita secara tidak langsung sedang memulihkan hak-hak asasi anak menurut Konvensi hak anak PBB (diratifikasi Keppres RI No. 36/1990) :
– Hak untuk hidup
– Hak untuk tumbuh dan berkembang
– Hak untuk memperoleh perlindungan
– Hak untuk berpartisipasi

Dengan kita berhenti memberikan “uang gampang” berarti kita telah  menjadisukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak.
Di satu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan2 yang
berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini.

Informasi tambahan : tanggal 5 Desember telah ditetapkan sebagai Hari Volunteer sedunia. Dalam rangka memperingati hari tersebut, pada tanggal 5 Desember 2004, PBB dalam hal ini UNV (United Nations Volunteer) melakukan kampanye di Jakarta untuk keperdulian terhadap anak jalanan dengan tema “Stop Beri Uang, Beri Kami Kesempatan”.
Dengan harapan kampanye ini mengubah paradigma masyarakat terhadap pemberian kepada anak jalanan serta menggalang para sukarelawan yang mendukung kampanye
tersebut.

http://www.stopberiuang.or.id
http://www.unv.org

2. DUKUNG USAHA MEREKA
Berikan reward kepada semangat bekerja dan berusaha. Sebisa mungkin, meskipun akan ada selisih harga, belanjalah kebutuhan anda kepada usaha-usaha yang dikelola oleh mereka. Anggaplah selisih harga ini sebagai sedekah untuk mereka. Lebih ekstrim lagi,
belanjalah kepada mereka meskipun anda tidak terlalu membutuhkan barangnya.
Hal ini sekali lagi jauh jauh lebih baik daripada sekedar memberikan “uang
gampang” kepada anak jalanan.

Quote dari seseorang :
“OTOH : Never give money to pengemis. Tapi kalo ngeborong pisang sampe busuk, sapu lidi kuyu, Tape uli sebakul sampe busuk ya pernah :-D yg penting tu org udah usaha.” (maksudnya dari pada memberi uang secara cuma cuma)

3. DUKUNG YAYASAN-YAYASAN SOSIAL

Stop berikan “uang gampang”, alihkan dana anda kepada yayasan-yayasan sosial yang anda percayai untuk mengelola uang bantuan anda secara lebih terorganisir. Ini juga
akan lebih baik.

4. SEBARKAN KAMPANYE INI

Berpartisipasilah dalam penyebaran pesan ini. Tulis dan sebarkanlah di forum-forum dan milis-milis yang relevan atau diskusikanlah hal ini dengan teman-teman anda atau segala macam bentuk penyebaran lain.

persetan dengan koruptor dan orang yg ingin menghancurkan negara kita “Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita menjadi bangsa yang sehat, cerdas, dan maju” -

About these ads

4 responses to “Stop Beri Uang Pada Anak Jalanan

  1. saya setuju,untuk tdk memberikan uang kpd para pengemis ataupun anak2 jalanan,karna sebagian besar dr mereka adalah org2 yang masih mampu dan kuat untuk bekerja,kenapa hidup dijalanan dijadikan pilihan hidup??padahal hidup dijalnan bukan pilihan,seharusnya pemerintah harus lebih tanggap dalam menangani masalah ini,seharusnya pemerintah memberikan sarana untuk menampung mereka,kemudian memberikan mereka keterampilan sehingga mereka menjadi org2 yg siap pakai,dan dapat berwirausaha,dan itu lebih baik daripada menadahkan tangan di lampu merah.daripada uang negara abiz buat bayar gaji para wakil rakyat yang pas sidang kerjaannya pun cm tidur atau telp,mending duitnya bwt membangun sarana bagi para pengemis dan anak2 jalanan,iya gk??

  2. Saya setuju dengan tanggapan diatas, sebagaimana ada peribahasa bijak mengatakan “Diberi satu ikan, sang orang bisa menghidupi untuk sehari itu, namun bila diajari memancing, orang itu bisa menghidupi dirinya seumur hidup”.
    Namun membiarkan para pengemis demikian adanya tanpa melakukan apa-apa bukan suatu jawaban pemecahan. Yang paling menghalang mereka kaum kecil menengah untuk bangkit dari jurang kemiskinan bisa saya katakan modal untuk memulai usaha dan saya pernah mendengar sistem Grameen dapat menjadi solusi pemecahan kemiskinan yang luar biasa.
    Grameen setahu saya adalah dikembangkan oleh Muhammad Yunus(beliau sempat menerima piagam nobel atas sistem Grameen yang dipeloporinya ini) dimana sistem ini ditujukan untuk membantu memberikan modal pinjaman untuk membuka usaha tanpa collateral(jaminan) kepada kaum2 kecil menengah. Sistem ini terutama berjalan dilingkungan perdesaan dan terbukti sangat sukses meningkatkan taraf hidup komunitas lokal ketika dijalankan dinegara asal beliau, Bangladesh.
    Sistem ini berjalan mirip seperti arisan. Pada sistem grameen ini, pihak peminjam bukanlah per individual namun sebagai group komunitas yang digilirkan pada anggota group tersebut, dimana biasanya terdiri dari anggota neigborhood yang saling berdekatan. Sebelum peminjaman dapat digilir kepada anggota group tersebut, dana yang dipinjamkan harus terlebih dahulu dikembalikan melalui penggunaan modal yang dipinjamkan itu untuk buka usaha. Banyak kelebihan piskologis dengan sistem peminjaman per group ini selain membangun sense of community antar sesama anggota.
    Saya berharap apa yang saya bagi ini bisa cukup menarik minat saudara pembaca untuk menjelajahi sistem ini lebih lanjut atau setidaknya membagikan pengetahuan ini pada orang2 sekitar saudara. Let’s do something for our country. Saya ada lihat di amazon.com, buku terbitan beliau yang paling baru akan diluncurkan december ini, hope saudara pembaca would have chance to read it.

  3. Yup..gw stuju bgt, stop give them money. Sbagai ganti ny, kita bs memberi mereka sekotak kecil susu yg bergizi buat mereka. Mereka ank2 yg sdg dlm masa pertumbuhan,butuh nutrisi yg cukup utk dpt brkembng dgn baik pula. Bayangkan berapa banyak asupan gas beracun dr kendaraan yg merek hirup tiap hari, kita tau..susu dpt menetralkn racun. Susu jg baik utk pertumbuhan.. Hehe

  4. setuju……!. memberikan uang kepada anak jalanan dan pengemis bukanlah menyelesaikan masalah tetapi malah menambah masalah baru. NAMUN yang menjadi masalah adalah mereka berada pada kondisi ketidakberdayaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s