Di Dalam Dirimu

Didalam dirimulah perubahan sejati bermulai …

(Excerpted from: Maitreyawira no 15/ Thn.V1/Juni 2001 hal32-33)  

Untuk memahami mengapa vegetarian sekarang berkembang dengan kepesatan yang belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya, mari kita melihat terlebih dahulu bagaimana kedua peristiwa berikut dijelaskan.

1. Pertama adalah percobaan yang dilakukan di Universitas Havard selama lebih dari sepuluh tahun. Tikus-tikus diajari untuk melarikan diri dari maze air. Setiap generasi bisa belajar melarikan diri lebih cepat dari generasi sebelumnya dan sepuluh tahun kemudian tikus-tikus bisa melarikan diri sepuluh kali lebih cepat dari generasi pertama. Hal yang menarik adalah meningkatkan kecepatan melarikan diri ternyata terjadi pada semua tikus pada jenis yang sama dan tidak hanya keturunan tikus generasi pertama. Malahan setelah diamati tempat-tempat lain didunia, tikus dari jenis yang sama ini juga menunjukkan kemajuan yang sama.

2.  Pengamatan terhadap burung Eropa bernama blue tit menunjukkan mereka ternyata telah belajar mencuri cream dari bagian atas botol susu yang ditinggalkan dipintu rumah. Akhirnya semua burung di Eropa mencuri cream. Ketika Perang Dunia II tiba, susu tidak lagi diedarkan di Belanda. Setelah delapan tahun kemudian, ketika perang berakhir susu kembali lagi dikirim ke rumah-rumah. Blue tit dalam waktu yang singkat kembali mencuri cream lagi. Perlu dicatat disini adalah usia hidup blue tit hanya tiga tahun. Jadi dua generasi blue tit sudah berlalu tapi keturunannya masih tahu bagaimana caranya mencuri cream.

Mengapa kemajuan yang didapatkan tikus-tikus bisa ditularkan pada tikus ditempat lain, dan pada blue tit  penularan diamati bisa terjadi meski dua generasi sudah berlalu? Tidak ada yang memberikan penjelasan sampai pakar Biologi Ruper Sheldrake menuliskan interpretasi yang mengagumkan pada bukunya A New Science of Life (1982). Sheldrake memperkenalkan apa yang disebut area morfogenika dan didefinisikannya sebagai memori kolektif suatu makhluk. Masing-masing jenis makhluk mempunyai area morfogenetika yang bisa mempengaruhi area individu jenisnya. Jadi apa yang didapat oleh salah satu anggota jenis makhluk bisa diwariskan kepada seluruh angota jenisnya melalui area yang tak tampak oleh mata. Jadi selain pewarisan dari orang tua kepada anak melalui jalur genetika DNA, ada model pewarisan dalam bentuk memori kolektif kepada anggota keluarga yang satu jenis makhluk. Misalnya, dari tikus kepada tikus atau dari blue tit kepada blue tit atau dari manusia kepada manusia.

Apa yang mengagumkan dari teori Sheldrake adalah keserupaannya dengan teori Carl Jung, psikiatris Swiss yang brilian, tentang ketidaksadaran kolektif (unconscious collective) yaitu gudang memori laten kolektif. Memori disini merujuk kepada akumulasi pengalaman dalam perjalanan evolusi sejak kehidupan bermula. JAdi mencakup residu psikis nenek moyang manusia dan juga makhluk-makhluk yang telah ada sebelumnya, dan itu ada didalam diri kita. Jadi, kalau boleh dikatakan, semacam matriks dimana kita semua terkait didalamnya. Kita semua tidak hanya terbatas kepada enam milyar manusia didunia tetapi juga semua makhluk dan pengalaman dari semuanya sejak kehidupan pertama bermula. Bedanya dengan teori Sheldrake adalah area morfogenetika yang dimaksudnya terbatas kepada memori kolektif makhluk yang satu jenis.

Area morfogenetika Sheldrake bisa dipahami sebagai buku mental yang terus diisi pada setiap momen eksistensi kita dan mencatat semua pengalaman kita. Catatan ini tidak hanya akan dimiliki satu orang tetaepi transpersonal dan terdapat diseluruh ruang dan waktu. Dari teori Sheldrake kita bisa menjelaskan dengan baik eksperimen Havard pada tikus-tikus dan pengalaman terhadap blue tit di Eropa. Tikus-tikus yang sudah pernah belajar melarikan diri lebih cepat dari maze akan memperkuat area morfogenetika. Tikus generasi berikutnya bisa memulai dari kecepatan seperti yang dipelajari dari tikus sebelumnya karena ada area yang tidak terhapuskan oleh ruang atau waktu. Begitu pula yang terjadi pada blue tit. Meski tidak ada lagi generasi burung yang melakukan pencurian cream sehingga burung-burung generasi ketiga tidak pernah belajar meniru tetapi dalam waktu singkat mereka sudah bisa melakukannya. Karena area morfogenetika yang telah diciptakan oleh generasi nenek moyangnya adalah gelombang mental yang tidak berlalu dengan berlalunya waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s